Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.2

 


Oleh : Yoyok Ardianto, S.E.
CGP ANGKATAN 5 KAB. BULUNGAN

Jurnal Refleksi ini saya tulis sebagai saran untuk mengabadikan hasil pembelajaran yang saya peroleh dalam mengikuti pendidikan guru penggerak angkatan 5 sehingga bisa saya pelajari berulang - ulang dan bisa berbagi praktik baik kepada semua rekan sejawat yang telah membaca tulisan sederhana ini. Jurnal ini memakai srtuktur model 4 C yang di ciptakan oleh pakar bernama Ritchhart, Church dan Morrison (2011).

1. Connection

Pada sesi Ruang Kolaborasi dengan dipandu oleh Bapak Fasilitator kami mendapatkan banyak ilmu. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya sesi presentasi  kami utarakan secara berkelompok dengan saling menanggapi.  Refleksi terbimbing pada hari -hari berikutnya.Untuk menambah  pengetahuan kami mengerjakan Demonstrasi Kontekstual, 
Sebagai tindak lanjut dari ruang kolaborasi pertama membuat pemetaan aset  berdasarkan 7 kelompok aset yang dimiliki sekolah; 1). Modal Manusia, 2). Modal Sosial, 3). Modal Fisik, 4). Modal Finansial, 5). Modal Alam/Lingkungan, 6 Modal Politik dan 7) Modal Agama/ Budaya. Dalam kelompok kami oleh Fasilitator Bapak  Dr. Asep  dibagi menjadi 3 kelompok.. Pada ruang kolaborasi pertama kami berdiskusi dalam  Google Meet yang disediakan Fasilitator kami melakukan pemetaan aset  yang bisa dimanfaat sekolah untuk kepentingan pembelajaran yang berpihak pada murid. Kemudian hari berikutnya kami mempresentasikan hasil diskusi kelompok politik kami berbagi peran untuk mempresentasikan ke 7 aspek yang sudah didiskusikan kemudian menjawab  merespon pertanyaan/ masukan  dari kelompok lain.
Kaitan antar materi, Jika materi dihubungkan dengan materi dua modul sebelumnya coaching dan pengambilan keputusan berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip serta 9 langkah sebagai pemimpin pembelajaran kaitan materi yang didapat sebagai calon guru penggerak sangat berkaitan erat dengan proses coaching, coach memaksimalkan potensi coachee untuk menjelaskan masalahnya dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
2.  Challenge

Luar biasa kami mendapatkan banyak wawasan sehingga mempunyai gagasan serta materi yang saya dapatkan dalam mempelajari modul 3.2 ini yaitu salah satunya mengetahui strategi pemberdayaan aset, yaitu berpikir berbasis aset dan bukan berpikir berbasis masalah.
Sehingga memahami aset yang dimiliki oleh Sekolah yang dapat di manfaatkan untuk media pembelajaran di sekolah khususnya di wilayah  Tanjung Palas dan memanfaatkan aset yang dimiliki sekolah untuk keperluan proses pembelajaran yang berpihak pada murid dan kegiatan maupun program sekolah.

3.   Concept

Konsep yang sangat penting/ utama adalah melakukan pemetaan aset sekolah berdasarkan 7 modal aset yang meliputi ; 1). Modal Manusia, 2). Modal Sosial, 3). Modal Fisik, 4). Modal Finansial, 5). Modal Alam/Lingkungan, 6 Modal Politik dan 7) Modal Agama/ Budaya. Dari kegiatan pemetaan ini kita dapat mengetahui dan memaksimalkan penggunaan aset sekolah. Juga terus mengembangkan komunitas sekolah berbasis aset menekankan pada kemandirian dari komunitas untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi melalui kekuatan dan potensi yang ada dalam diri.

4.      Change

Perubahan yang ingin saya lakukan adalah mengaplikasikan apa yang telah saya pelajari pada modul 3.2. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya,sehingga merubah pola pikir yang semula berpikir berbasis masalah menjadi berpikir berbasis aset, serta mengajak komunitas praktisi serta rekan sejawat terutama di lembaga sekolah saya untuk menerapkan berpikir berbasis aset karena pendekatan berbasis aset ini merupakan sebuah cara untuk menemukan dan menggali hal-hal yang positif. Dengan menggunakan kekuatan sebagai kekuatan berpikir. Sehingga secara bersama-sama bahu membahu membangun sekolah tercinta dengan potensi yang dimilikinya, fokus pada pembangunan sumber daya yang ada di sekolah dalam rangka mewujudkan merdeka belajar.

Demikian Jurnal Refleksi Dwi Mingguan ini semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.
Salam Sehat dan Bahagia.

Komentar